Jiper. Itulah yang saya rasakan kala diajak Penanggung Jawab Proyek ini: Mbak Ayuk, untuk nulis di 'Writing is Fighting' (WIF). Gimana nggak? 14 penulis lainnya notabene penulis produktif yang piawai nulis sagala aya. Mulai dari buku anak, novel remaja, roman, komedi, nonfiksi, liputan travelling, liputan produk, sampai menyunting, nulis puisi dan nerjemahin. Palugada, lah! :D
Jumat, 02 Mei 2014
Senin, 24 Februari 2014
Jatuh Bangun Self-Publishing
Dengan genggaman tangan di sebuah kamar kos-kosan, lima tahun lalu, pasangan
pengantin baru itu mengukir mimpi. “Aku mau nyoba Dhe, nerbitin
buku sendiri,” ujar sang suami. Diamini anggukan sang istri, tangan mereka
saling menggenggam menguatkan. Seulas senyum merekah di wajah mereka.
Wajah kami: saya dan suami.
Selasa, 04 Februari 2014
Selasa, 07 Januari 2014
Merancang Konsep Cover Buku Bisnis untuk Wanita
Buku ini berjudul My AVAIL, My Business karya Meitria Cahyani. Meitria kini menduduki posisi Diamond Manager di bisnis MLM AVAIL. Karena ini merupakan buku bisnis untuk wanita, maka yang pertama saya lakukan saat merancang ide covernya adalah: browsing cover buku bisnis untuk wanita.
Minggu, 29 Desember 2013
HM Books Dari Tahun ke Tahun (2009-kini)
2009
- Ide awal: Maret 2009, saat menerima Pre Order buku: Let's Talk about Friendship, Love & Marriage, Ordinary Miracles; Retnadi Nur'aini, dkk; HalamanMoeka Publishing. Buku ini diterbitkan secara indie, dicetak 3,000 eks dan beredar nasional di seluruh toko buku Gramedia.
- Resmi berdiri pada Juli 2009, dengan penjualan perdana koleksi pribadi sebanyak 25 eks di retnadi.multiply.com
- Sampai akhir tahun menjual sekitar 1,500 eks buku
Minggu, 01 Desember 2013
Portofolio Retnadi
Retnadi Nur'aini adalah ibu dari Raihana & Fatih, serta istri dari Catur Sukono. Ia membantu suaminya mengelola jasa penerbitan HalamanMoeka Publishing serta jasa penerbitan gratis HalamanSatoe.com
Retnadi senang menulis. Ia pernah bekerja sebagai wartawan, redaksi di penerbit buku anak, serta asisten konsultan di suatu konsultan humas. Tulisan-tulisannya yang berupa feature, esai, dan cerpen telah dimuat di Republika Ahad, Parents Guide, Kawanku, Femina, Mombi, dll.
Berikut adalah portofolio Retnadi Nur'aini sejak tahun 2003-kini. Terdiri dari karya feature, antologi, terjemahan, suntingan, karya lepas, dan lain-lain.
Retnadi senang menulis. Ia pernah bekerja sebagai wartawan, redaksi di penerbit buku anak, serta asisten konsultan di suatu konsultan humas. Tulisan-tulisannya yang berupa feature, esai, dan cerpen telah dimuat di Republika Ahad, Parents Guide, Kawanku, Femina, Mombi, dll.
Berikut adalah portofolio Retnadi Nur'aini sejak tahun 2003-kini. Terdiri dari karya feature, antologi, terjemahan, suntingan, karya lepas, dan lain-lain.
Label:
ff,
halamanmoeka publishing,
menerjemahkan,
menyunting,
portofolio
Rabu, 27 November 2013
Sitha Puspita: Cloth is Better!
Jatuh hati pada clodi tahun 2009, Sitha Puspita mencari komunitas atau support group bagi orangtua pengguna clodi. Sayangnya, saat itu belum ada grup semacam itu di Indonesia. Ibu dua putri yang bermukim di Prancis ini pun memutuskan mendirikan Milis Popok Kain.
Milis yang mulanya hanya terdiri dari 10-20 orang, kini telah beranggotakan 1460 orang. Di blog http://milispopokkain.wordpress.com, komunitas ini bahkan membagikan gratis materi sosialisasi clodi berupa: poster dan brosur.
Apa yang membuat Sitha jatuh hati pada clodi? Pada HalamanSatoe, Sitha berbagi cerita.
Jumat, 01 November 2013
Kategorisasi Foto untuk Memudahkan Penata Letak
Ada kalanya, naskah tak hanya berisi teks. Namun, juga disisipi foto. Untuk memudahkan lay outer, kita bisa:
- Membagi foto dalam folder-folder khusus. Jadi ada satu folder besar berjudul: Foto. Lalu di dalam folder tersebut, ada folder setiap bab
- Menamai foto dengan judul artikel. Untuk urutannya, bisa ditandai dengan angka 1,2, dst. Misalnya di artikel berjudul 'Kisah Suksesku...', maka nama foto artikel tersebut: 'Kisah Suksesku 1', 'Kisah Suksesku 2', dst
- Menandai pada dokumen naskah dengan kotak kosong. Di dalam kotak, bisa ditulis 'Kisah Suksesku 1' dst.
Selasa, 29 Oktober 2013
Merancang Konsep Cover
Saya tidak bisa menggambar. Saat mengonsep sesuatu menjadi gambar, biasanya saya hanya menggunakan oret-oretan sekedarnya, serta sampel-sampel gambar. Bekal saya hanyalah secuil pengalaman menyusun panduan ilustrasi cerita anak.
Menyusun Panduan Ilustrasi Cerita Anak
Pernah bekerja sebagai redaksi di salah satu penerbit buku anak membuat saya belajar untuk menyusun panduan ilustrasi cerita anak. Selain dapat memudahkan pekerjaan para ilustrator dan tim colorist (pewarna), panduan ilustrasi juga bisa mengasah kepekaan visual kita sekaligus membuat tulisan lebih indah.
Merancang Konsep Cover Bertema Siluet
Paredise adalah novel bertema persahabatan para gadis yang ikut kursus bahasa Inggris di Pare, Kediri.
Merancang Konsep Cover dengan Unsur Hewan
Meski berjudul Kepak-kepak Albatros, novel ini merupakan novel cinta. Karena itulah, konsep kaver yang terpikir oleh saya adalah: dua ekor burung albatros yang terbang di atas laut, mengapit judul.
Merancang Konsep Cover Fiksi Sejarah
Novel ini bergenre roman sejarah dengan latar belakang peristiwa G 30 S/PKI. Namun saya tak menginginkan adanya simbol-simbol PKI dalam cover.
Senin, 28 Oktober 2013
Membuat Lampiran Idiom/Kata Sulit Pada Terjemahan
Untuk memudahkan editor, saya kerap membuat lampiran/ referensi idiom pada terjemahan. Harapan saya, andai terjemahan saya salah, insya Allah editor bisa memperbaikinya dengan membaca lampiran saya.
Dalam format excel, sampel lampiran/ referensi saya berisi: hal teks terjemahan (yang saya tandai dengan stabilo warna), teks asli, arti dalam bahasa Inggris, serta link referensi.
Berikut adalah sampel lampiran/ referensi yang saya buat saat menerjemahkan Prom & Prejudice. Karena saat itu saya menyetor setiap minggu pada editor, maka lampirannya saya bagi sesuai bab yang saya terjemahkan. Ini adalah lampiran untuk Bab 2.
Minggu, 27 Oktober 2013
Ketika Buntu Menerjemahkan
Pertama, saya akan diskusi dengan sesama teman penerjemah atau editor. Jika masih buntu juga, saya mencoba menghubungi penulisnya (jika masih hidup).
Jumat, 25 Oktober 2013
Merancang Konsep Cover Buku Kumpulan Refleksi
Judul buku refleksi ini adalah 52 Reflections of Life. Saat membaca sebagian tulisan di dalamnya, saya terpikir tentang keheningan alam yang pas untuk merenung.
Merancang Konsep Cover Buku Motivasi
Buku motivasi yang juga membahas spiritualisme ini berjudul: Membangun Surga dalam Diri. Sebelum order ke desainer kaver, saya mencoba menangkap 'feel' buku ini dengan membaca beberapa tulisan di dalamnya.
Kemudian, membayangkan 'surga dalam diri'. Yang terpikir saat itu adalah: langit malam (dengan beberapa bintang jatuh) dan
siluet pria yang tengah merentangkan kedua tangan seolah-olah sedang mengagumi
kebesaran Allah dan semesta.
Dari ide itu, saya pun browsing gambar-gambar langit malam yang pas dengan imaji saya tadi. Seperti gambar-gambar berikut:
Sampel bintang jatuh
Sampel warna langit malam 1
Sampel warna langit malam 2
Semua sampel ini saya lampirkan pada desainer cover saat order. Saya jelaskan juga ide cover saya, dan 'feel' yang saya dapat. Dan cover final kreasi desainer cover adalah:
Reborn and Become Beautiful Again
"This is how it will be. I made myself melt and now I get to reconfigure myself as I choose: girl born, not from mother or father, not from nature or nurture, not from a lover who treated her badly or a lover who treated her well. Girl born of the girl herself. Once you have made yourself ugly, succeeded in your harebrained mission beyond your wildest dreams, there is nothing left to do but become beautiful again."
from: Thin Skin; Emma Forest, page 209
Meski Retak-retak
"Impian harus menyala dengan apa pun yang kita miliki
Meski pun yang kita miliki tidak sempurna
Meski pun itu retak-retak."
Meski pun yang kita miliki tidak sempurna
Meski pun itu retak-retak."
(9 Summers 10 Autumns; Iwan Setyawan)
Learn to Swallow Your Own Tears
"Now you see,’ said the turtle, drifting back into the pond, ‘why it is useless to cry. Your tears do not wash away your sorrows. They feed someone else’s joy. And that is why you must learn to swallow your own tears."
from: Magpies; The Joy Luck Club; Amy Tan
from: Magpies; The Joy Luck Club; Amy Tan
Langganan:
Postingan (Atom)




